Archive for the ‘Mukadimah’ Category

Pengkhianatanmu adalah Penyelamatanku

Thursday, May 24th, 2012

Setelah sekian lama tak menjamah dunia maya, akhirnya saya putuskan untuk menunggu suami yang lagi nganter pak Kyai setelah pengajian malam jum’at ini dengan cara corat-coret ga penting di blog.

Tadinya saya ingin memilih topik tentang ” I’m Javanese, and I’m proud it “…atau kisah kelakuan aneh orang-orang yang berada dalam bis saat kami pulang menuju Magelang dari Jakarta. Tapi topik tsb langsung saya simpan di Draft, karena ada seorang teman SMP saya menceritakan bahwa dia telah diceraikan oleh suaminya karena WIL (Wanita Idaman Lain). Padahal usia pernikahan mereka kurang dari 3 tahun, dan merekapun telah dikaruniai seorang putra. Saya tak dapat memberi respon positif (selain mendengarkan dan berdoa untuknya) saat dia menceritakan kepingan kisah pahit perjalanan hidupnya kali ini. Tak terbayangkan bagaimana sakitnya perasaan wanita yang dikhianati setelah dia tulus memberikan cinta dan kesetiaan untuk (mantan) suaminya itu. Betapa perihnya saat (mantan) suaminya itu memberikan talak di hadapan “Sang Kekasih Baru”!!!! Huuggfftt…sungguh-sungguh tak terbayangkan olehku.

Memang beberapa waktu lalu pun, saya sempat mendengar kisah gila seperti ini. Dan saya selalu tak bisa men-cheers up “sang korban” saat mereka menuturkan kisah perihnya kepada saya, saya hanya mampu untuk mendengarkan. Meskipun kata-kata penyemangat itu mampu saya keluarkan dari bibir tipis ini untuk menghibur mereka, tapi tidak akan saya lakukan karena saya tidak mau munafik. Jika saya di posisi mereka (naudzubillahi min dzalik), saya pun akan melakukan hal yang sama dengan mereka…menangis & berlahan mengikiskan cinta itu dari hati saya.

Mungkin hanya Mario Teguh yang dapat berkata-kata indah untuk seorang yang sedang salit karena dikhianati.

” Engkau yang sedang terluka oleh pengkhianatan, dengarlah ini …

Pembalasan tercantik untuk dia yang mengkhianati cintamu, adalah menjadi pribadi yang diinginkan oleh orang-orang yang lebih baik daripadanya.
Jangan turunkan kelas pribadimu karena kepalsuannya.
Jangan rusak daya tarikmu karena dustanya.
Jangan redupkan sinar keindahan wajahmu karena keburukan hatinya.
… Dan jangan turuti kecenderungan umum untuk mengambil apa pun sebagai penggantinya agar engkau tak merasa dibuang.
Engkau lebih berkelas daripada itu.
Indahkanlah dirimu. Gembirakanlah hatimu dalam pergaulan yang lebih terhormat.
Memang sulit untuk melihat kebaikan di balik luka pengkhianatan.
Tapi bersabarlah.
Jadilah pribadi yang lebih menarik bagi orang-orang yang lebih berkelas daripada seorang pengkhianat cinta.
Engkau akan mensyukuri ini nanti, karena sesungguhnya pengkhianatannya adalah penyelamatanmu.

Uuuh … indah sekali ya?
Katakanlah …
“Pengkhianatanmu adalah penyelamatanku.”

Mario Teguh – Loving you all as always…

*Dedicated to: “DW” yang memiliki keberanian besar dan jiwa yang lapang. “MM” yang memiliki keikhlasan dan ketulusan yang luar biasa untuk bisa menerima dirinya kembali. “Sang Korban” lainnya…Pengkhianatanmu adalah Penyelamatanku!

Cinta Sepanjang Masa

Monday, September 14th, 2009

Ia adalah wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat mengikis kecintaan sang suami padanya. Panjangnya masa tidak dapat menghapus kenangan bersamanya di hati sang suami. Bahkan sang suami terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang dinikahi sepeninggalnya. (Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)

Suatu hari istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain (yakni ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) berkata, “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebutnya.” (HR. Bukhari)

Ya, dialah Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushai. Dialah wanita yang pertama kali dinikahi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersamanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membina rumah tangga harmonis yang terbimbing dengan wahyu di Makkah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menikah dengan wanita lain sehingga dia meninggal dunia.

Saat menikah, Khadijah radhiyallahu ‘anha berusia 40 tahun sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berusia 25 tahun. Saat itu ia merupakan wanita yang paling terpandang, cantik dan sekaligus kaya. Ia menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tak lain karena mulianya sifat beliau, karena tingginya kecerdasan dan indahnya kejujuran beliau. Padahal saat itu sudah banyak para pemuka dan pemimpin kaum yang hendak menikahinya.

Ia adalah wanita terbaik sepanjang masa. Ia selalu memberi semangat dan keleluasaan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencari kebenaran. Ia sendiri yang menyiapkan bekal untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat beliau menyendiri dan beribadah di gua Hira’. Seorang pun tidak akan lupa perkataannya yang masyhur yang menjadikan Nabi merasakan tenang setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali yang pertama, “Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” (HR. Muttafaqun ‘alaih) (Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)

Pun, saat suaminya menerima wahyu yang kedua berisi perintah untuk mulai berjuang mendakwahkan agama Allah dan mengajak pada tauhid, ia adalah wanita pertama yang percaya bahwa suaminya adalah utusan Allah dan kemudian menyatakan keislamannya tanpa ragu-ragu dan bimbang sedikit pun juga.

Khadijah termasuk salah satu nikmat yang Allah anugerahkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mendampingi beliau selama seperempat abad, menyayangi beliau di kala resah, melindungi beliau pada saat-saat yang kritis, menolong beliau dalam menyebarkan risalah, mendampingi beliau dalam menjalankan jihad yang berat, juga rela menyerahkan diri dan hartanya pada beliau. (Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury di dalam Sirah Nabawiyah)

Suatu kali ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau menyebut-nyebut Khadijah, “Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita lain selain Khadijah?!” Maka beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Khadijah itu begini dan begini.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Ahmad pada Musnad-nya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “begini dan begini” adalah sabda beliau, “Ia beriman kepadaku ketika semua orang kufur, ia membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku, ia melapangkan aku dengan hartanya ketika semua orang mengharamkan (menghalangi) aku dan Allah memberiku rezeki berupa anak darinya.” (Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)

Karenanya saudariku muslimah, jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu maka sertailah dia dalam mencintai dan menegakkan agama Allah, sertailah dia dalam suka dan dukanya. Jadilah engkau seperti Khadijah hingga engkau kelak mendapatkan apa yang ia dapatkan. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Jibril mendatangi nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, inilah Khadijah yang datang sambil membawa bejana yang di dalamnya ada lauk atau makanan atau minuman. Jika dia datang, sampaikan salam kepadanya dari Rabb-nya, dan sampaikan kabar kepadanya tentang sebuah rumah di surga, yang di dalamnya tidak ada suara hiruk pikuk dan keletihan.”

Saudariku muslimah, maukah engkau menjadi Khadijah yang berikutnya?

Sumber : muslimah.or.id

Bismillah…Thanks To…

Friday, June 12th, 2009

Assalamu’alaikum Wr Wb…

Ini adalah blog perdana yang saya miliki. Blog ini merupakan hadiah yang diberikan oleh kakak laki-laki saya beberapa bulan yang lalu, yang hingga saat ini belum pernah sekalipun saya goreskan tuli apapun. Tak pernah menyangka bahwa kakak laki-laki yang saya kenal cuek itu bs begitu care dan membuatkan blog pribadi untuk saya. Makasih mas (^^,)

Pertama, saya haturkan Puji Syukur kepada Alloh SWT yang telah memberikan Rahmat-Nya kepada saya dan keluarga hingga saat ini, Alloh Yang Maha Penyayang yang senantiasa memberikan cinta kasih dalam keluarga kami.

Mama-Bapak yang tiada pernah berhenti menyayangiku, meskipun terkadang perhatian ku terbagi dengan hal lain namun kalian tetap memberikan keutuhan kasih sayang untukku. Terima kasih, semoga aku dapat menjaga kalian hingga hari tua kalian kelak. Amin.

Untuk kakak iparku, terima kasih karena kau telah merawat kakak-ku dengan penuh cinta, menyayangi kedua orang tua ku seperti menyayangi kedua orang tua kandungmu sendiri. Kau memang pantas menyandang gelar “Wanita Sholehah”…Semoga Alloh membalas segala keikhlasanmu…Amin

Adik laki-laki ku tersayang, kamu emang ganteng dan gaul..tapi please dunk ngaji-nya jangan di tinggalin 🙁 Semoga Alloh melindungi setiap langkah hidupmu dan menjadikanmu salah satu lelaki sejati..Amin

Untuk seluruh Sahabat..Persahabatan ini ku anggap Anugerah terindah yang pernah aku miliki. Tak kan pernah menyesal berbagi canda tawa dan kesedihan bersama kalian…Mari warnai hari-hari kita dengan cinta dan hasrat berubah menjadi manusia yang lebih baik. Love U all…

Wassalam,