Archive for the ‘Kisah Teladan’ Category

TIGA MACAM WANITA

Sunday, September 6th, 2009

Ibnu Habib mengisahkan, dahulu ada seorang laki-laki yang bersumpah tidak akan menikah. Ia meminta pandangan kepada seratus orang. hal itu dikarenakan ia telah menerima perlakuan buruk dari beberapa orang wanita.

Setelah meminta pandangan kepada sembilan puluh sembilan orang, masih ada satu orang yang belum diminta pandangannya. Lalu iapun pergi untuk melengkapi jumlah orang yang akan diminta pandangannya.

Setelah lama berjalan, kebetulan ia bertemu dengan seorang laki-laki gila yang sedang berada di jalan dengan wajah yang kotor kehitaman. Ia mengenakan kalung tulang di lehernya. Sementara itu sebatang kayu ia letakkan di bawah selangkangannyas ambil berbicara sendiri seolah ia sedang menunggang kuda.

Setelah menyampaikan salam, lelaki itupun kemudian bertanya, “aku mau bertanya tentang satu masalah, barangkali kau dapat memberi jawaban”. Orang gila itu menjawab, ” Bertanyalah apa saja. tetapi jangan sekali-kali menanyakan sesuatu yang bukan urusanmu.”

Ia kemudian menceritakan bahwa dirinya pernah mendapat perlakukan butuk dari wanita, dan ia telah bersumpah tidak akan menikah hingga meminta pandangan kepada seratus orang. Dan orang gila inilah orang keseratus yang dimintai pandangan.

Orang gila itu kemudian memberi jawaban seperti layaknya orang arif  dan bijak dengan berkata, “Ketahuilah bahwa wanita ada tiga macam. satu baik untukmu, satu lainnya tidak baik untukmu, dan satu lagi wanita yang tidak baik untukmu tetapi juga tidak jelek untukmu.”

Wanita yang baik untukmu adalah wanita cantik nan lembut yang belum pernah dikenal laki-laki sebelummu. Apabila ia melihat kebaikan, ia memuji dan apabila ia melihat keburukan ia menutupinya. Sedangkan wanita yang tidak baik untukmu ialah yang mempunyai anak dari selain engkau kemudian ia menguras hartamu dan memberikan kepada anaknya. ia tidak berterimakasih kepadamu meskipun engkau bekerja membanting tulang untuknya. adapun wanita yang tidak baik untukmu tetapi juga tidak jelek untukmu ialah wanita yang sebelumnya pernah menikah dengan selain engkau. Apabila melihat suatu kebaikan ia menyukainya, tetapi apabila ia melihat keburukan, ia mengingat suami pertamanya. Itulah perihal wanita yang telah aku jelaskan kepadamu. Pahamilah, jika ingin menikah, nikahilah yang paling baik, jika tidak, maka jangan!”

Laki-laki itu menjadi penasaran, lalu bertanya, “Demi Alloh, siapakah sebenarnya engkau ini?” Orang gila itu menjawab, “Tidakkah aku telah memberi syarat agar kau tidak bertanya tentang sesuatu yang bukan urusanmu?”